Rabu, 28 November 2012

TOKOH-TOKOH PADA ORDE LAMA & ORDE BARU


TOKOH-TOKOH PADA   ORDE LAMA & ORDE BARU
SEJARAH
















EMANUELLE PELEALU
XII IPA 1



TOKOH PADA ORDE LAMA
1.     Mohammad Natsir







Mohammad Natsir (lahir di Alahan Panjang Lembah Gumanti, kabupaten Solok, Sumatera Barat, 17 Juli 1908– meninggal di Jakarta 6 Februari 1993 pada umur 84 tahun) adalah perdana menteri Indonesia, pendiri sekaligus pemimpin partai politik Masyumi, dan tokoh Islam terkemuka Indonesia. Natsir lahir dan dibesarkan di Solok, sebelum akhirnya pindah ke Bandung untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA dan kemudian mempelajari ilmu Islam secara luas di perguruan tinggi. Ia terjun ke dunia politik pada pertengahan 1930-an dengan bergabung di partai politik berideologi Islam. Pada 5 September 1950, ia diangkat sebagai perdana menteri Indonesia kelima. Natsir banyak menulis tentang pemikiran Islam. Ia aktif menulis di majalah-majalah Islam setelah karya tulis pertamanya diterbitkan pada tahun 1929; hingga akhir hayatnya ia telah menulis sekitar 45 buku dan ratusan karya tulis lain. Ia memandang Islam sebagai bagian tak terpisahkan dari budaya Indonesia.  Pada tanggal 10 November 2008, Natsir dinyatakan sebagai pahlawan nasional Indonesia. Mohammad Natsir Perdana Menteri Indonesia ke-5 Masa jabatan 5 September 1950– 26 April 1951 Presiden Soekarno Didahului oleh Abdoel Halim Digantikan oleh Sukiman Wirjosandjojo Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia ke-2 Masa jabatan 12 Maret 1946 – 26 Juni1947 Presiden Soekarno Didahului oleh Amir Sjarifuddin Digantikan oleh Setiadi Masa jabatan 29 Januari 1948 – 4 Agustus 1949 Presiden Soekarno Didahului oleh Sjahbudin Latif Digantikan oleh Syafruddin Prawiranegara Informasi pribadi Lahir 17 Juli1908 Alahan Panjang, Lembah Gumanti, Solok, Sumatera Barat, Hindia Belanda Meninggal 6 Februari 1993 (umur 84) Jakarta, Indonesia Kebangsaan Indonesia Partai politik Masyumi Profesi Politik.


2.     Abdurrahman Wahid









Abdurrahman Wahid lahir dengan nama Abdurrahman ad-Dhakhil, dari  maknanya, “ad-Dhakhil” berarti “Sang Penakluk”, sebuah nama yang diambil K.H. A. Wahid Hasyim, orang tuanya, dari seorang perintis Dinasti Umayyah yang telah membawa kejayaan Islam di Spanyol selama berabad-abad. Setelah menamatkan sekolah di SMEP Yogya pada tahun 1957, Gus Dur pindah ke Magelang di Pesantren Tegalrejo di bawah asuhan kiai karismatik, kiai Khudori, dari sinilah Gus Dur mempelajari secara penuh dunia pesantren berserta keilmuannya.
Pada saat yang sama, selama dua tahun Gus Dur juga belajar paro waktu di Pesantren Denanyar Jombang di bawah bimbingan kakeknya dari pihak ibu, Kiai Bisri Syansuri.setelah itu Gus Dur melanjutkan ke pondok Pesantren Tambak Beras, di bawah asuhan Kiai Wahab Hasbullah, dari pesantren ini hubungan Gus Dur dan Kiai Wahab Hasbullah sangat kental, sehingga Ia mendapat dorongan untuk berproses dalam tahap belajar mengajar, bahkan Gus Dur pernah menjadi kepala madrasah Modern.


3.     YAP THIAM HIEN
Lahir di Banda Aceh, 25 Mei 1913 dengan berperawakan yang kecil ramping ini pada masa Orde Lama, misalnya, ia sangat keras menghimbau dalam pembebasan Moh. Natsir, Moh. Roem, Mochtar Lubis, St. Sjahrir, Subadio Sastrosatomo, dan H. Princen, yang masuk tahanan politik. Tetapi setelah Orde Lama tumbang, ia malah membela para tokoh rezim yang tenggelam itu. Kini bagi Dr. Yap Thiam Hien, S.H., bidang pengacara bukan sekadar profesi. ''Sudah menjadi hobi,'' katanya. Sebagai pembela ternama, bayarannya memang mahal, tetapi tidak jarang juga ia memberikan pelayanan gratis. Sedangkan jiwa gurunya sudah mendalam, ia turut mengajar di kursus Peradin. Sebagai advokat, ia tidak pernah memilih-milih klien untuk dibela. Sejak aktif sebagai advokat tahun 1948, ia selalu melayani kepentingan masyarakat dari semua lapisan tanpa kenal lelah. Hampir setiap perkara yang ditanganinya sarat dengan isu-isu yang bersangkutan dengan hak asasi manusia, prinsip-prinsip negara hukum dan keadilan. Ia tak pernah takut berhadapan dengan kekuasaan walaupun risikonya bisa menyulitkan dirinya, ditahan dan dipenjara.


4.      Burhanuddin Harahap


 







Burhanuddin Harahap (ejaan lama: Boerhanoeddin Harahap) (lahir di Medan, Sumatera Utara 1917 - Jakarta, 14 Juni 1987) adalah Perdana Menteri Indonesia ke-9 yang bersama Kabinet Burhanuddin Harahap memerintah antara 12 Agustus 1955 sampai 24 Maret 1956 Burhanuddin menyelesaikan studinya di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Dia bergabung dengan Partai Masyumi pada tahun 1946 dan kemudian diangkat menjadi Ketua Fraksi Masyumi di DPRS RI. Ia meninggal di RS Jantung Harapan Kita dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta.
Perdana Menteri Indonesia ke-9
Masa jabatan 11 Agustus 1955 – 20 Maret 1956
Presiden Soekarno
Pendahulu Ali Sastroamidjojo
Pengganti Ali Sastroamidjojo
Menteri Pertahanan Republik Indonesia ke-9
Masa jabatan 12 Agustus 1955 – 24 Maret 1956
Presiden Soekarno
Pendahulu Sri Sultan Hamengkubuwono IX
Lahir 27 Desember 1917 Medan, Sumatra Utara, Hindia Belanda
Meninggal 14 Juni 1987 (umur 69) Jakarta, Indonesia

5.     Hasyim Djalal




 






                       Hasyim Djalal (lahir di Ampek Angkek, Bukittinggi Sumatera Barat, 25 Februari 1934; umur 78 tahun) merupakan diplomat Indonesia dan ahli hukum laut internasional. Anak keduanya, Dino Patti Djalal, meneruskan jejak hidupnya sebagai diplomat ulung. Sejak tahun 2010 Dino Patti Djalall menjabat sebagai Duta Besar Berkuasa Penuh untuk Amerika Serikat. Karier Hasyim cukup cemerlang. Dia pernah menjabat sebagai duta besar Indonesia untuk PBB (1981-1983), duta besar di Kanada (1983-1985), duta besar di Jerman (1990-1993), serta duta besar keliling pada masa pemerintahan Presiden Soeharto dan BJ Habibie. Hasyim juga dipercaya untuk duduk sebagai anggota dewan maritim Indonesia, penasehat senior menteri kelautan dan perikanan, dan penasehat kepala staf TNI Angkatan Laut serta di kantor Menteri Percepatan Pembangunan Indonesia Timur.Penulis buku Indonesian Struggle for the Law of the Sea (1979) dan Indonesia and the Law of the Sea (1995) serta Preventive Diplomacy in Southeast Asia: Lesson Learned (2003). Setelah pensiun tahun 1994, dia masih aktif menulis buku dan artikel di berbagai media serta berbicara di berbagai forum tentang masalah hukum laut internasional. Juga masih sibuk melayani kontak dari kolega-kolega internasionalnya.




TOKOH PADA ORDE BARU
1.     Soeharto



 








                Soeharto presiden kedua Indonesia lahir pada 8 Juni 1921, di sebuah dusun yamg ada di Sedayu , Kabupaten Bantul, Yogyakarta.  Karier Soeharto menjelit sejak sukses membongkar aksi PKI menggulingkan Soekarno serta menculik jenderal-jenderal TNI Ad Jakarta dan Yogyakarta. Setelah Orde lama berakhir pada 12 Maret 1967 , Soeharto dilantik menjadi pejabat presiden guna menggantikan Soekarno yang lengser karena sakit. Setahun kemudian atas perintah MPR , Soeharto dilantik menjadi presiden kedua Indonesia.  Setelah resmi menjadi presiden Indonesia, pak HArto merencanakan pembangunan lima tahun atau Pelita I. Wakil Presiden pada waktu itu adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Pembangunan di masa pak Harto lebih ditekankan pada swasembada pangan dan pembangunan infrastruktur dalam pertanian.   Pak Soeharto sukses memakmurkan rakyatnya dengan program swasembada pangan dan Keluarga Berencana atau KB. Poplasi penduduk berhasil ditekan dan pendidikan dsar dijadikan pendidikan wajib.  Namun di sisi lain , kebebasan pers dikekan pada masa pemerintahannya. Kebebasan pers dikekang selama 35 tahun sehingga terjadi KKN dalam birokrasi pemerintahan Indonesia. Maka Soeharto diturunkan dari jabatannya oleh kekuatan masyarakat pada tahun 1998.


2.     Adam Malik


 








            Adam Malik merupakan seorang warga Negara yang berhasil menghilangkan nilai tawar Indonesia di mata Negara-negara lain. Adam Malik lahir pada 22 Juli 1917 di Pematang Siantar, Sumatera Utara.  Awal karier Adam Malik di mulai pada saat dia menjadi jurnalis dan sering mengikuti kegiatan – kegiatan menuju kemerdekaan bersama para pemuda. Perjuangan Adam MAlik ditulis dalam sebuah bentuk tulisan. Adam Malik turut merintis Antara,  kantor berita nasional. Adam Malik aktif dalam kegiatan menuju kemerdeklaan, salah satunya dia bersama para pemuda melakukan penculikan kepasa Soekarono-Hatta ke Rengasdengklok. Adam Malik juga terjun ke dalam dunia politik dan menjabat sebagai ketua Partai Gerindo Pematar Siantar. Karier politiknya membawa dia menjadi tokoh politik Indonesia. Di cabinet Soeharto, Adam MAlik menjadi menteri luar negri. Dan kemudian I diangkat menjadi wakil presiden ketiga setelah Sri Sultan Hamengkubuwono.




3.     Sri Sultan Hamengkubuwono IX



 








          Sri Sultan merupakan orang yang berjasa bagi kemerdekaan Indonesia. Ia adalah orang  pertama yang mendukung kemerdekaan Indonesia. Sri Sultan memberikan dana pribadinya untuk membayar para tentara Indonesia dan memberikan sebuah ruangan kosong di keratin utnutk menjadi tempat persembunyian tentara Indonesia dari Belanda. Ketika pemerintahan Soeharto, Sri Sultan di angkat menjadi wakil presiden kedua setelah Hatta. Sebelumnya , Sri Sultan adalah Menteri Utama Bidang Ekonomi dan Keuangan. Setelah turun dari jabatannya Sri Sultan menjadi Gubernur di daerah Istimewa Yogyakarta sampai akhir khayatnya, Sri Sultan meninggal di Amerika Serikat pada 1998 pada saat pengobatan dan dikuburkan di Imogiri.



4.     Ali Murtopo


 









            Ali Murtopo ladir pada 23 September 1924 di Blora, Jawa Tengah.  Semasa hidupnya, Ali Murtopo menjadi tangan kananya Soeharto dalam mengurusi politik, telik sandi maupun stabilitas dalam negri. Ali Murtopo memulai kariernya sejak bergabung BKR. Setelah TNI terbentuk , Ali Murtopo bertugas di Kodam Diponegoro , Jawa Tengah. Tugas operasi lapangannya antara lain adalah operasi pembasmian oemberontakan Darul Islam, pimpinan Kartusuwiryo, operasi intelijen pemberontakan PKI. Dalam Kabinet Soeharto, Ali Murtopo menduduki sebagai Mentri Penerangan Indonesia. Tapi sebelumnya, dia pernah menjabat sebagai Deputi Kepala Badan Koordinasi  Intelijen Negara. Ali Murtopo merupakan orang yang berjasa membangun unstitusi intilijen modern di Indonesia.  Dia adalah tokoh politik INdonesai baik di depan atu nelakang panggung.





1 komentar:

  1. backgroundnya mengganggu banget kecilkan dikit orang fokusnya ke tulisan jadi kecilkan background atau hapus

    BalasHapus