

TOKOH-TOKOH
PADA ORDE LAMA & ORDE BARU
SEJARAH
EMANUELLE PELEALU
XII IPA 1
TOKOH PADA ORDE LAMA
1.
Mohammad
Natsir

Mohammad Natsir (lahir di Alahan Panjang Lembah Gumanti, kabupaten Solok, Sumatera
Barat, 17 Juli 1908– meninggal di Jakarta 6 Februari 1993 pada umur 84
tahun) adalah perdana menteri Indonesia, pendiri sekaligus pemimpin partai
politik Masyumi, dan tokoh Islam terkemuka Indonesia. Natsir lahir dan
dibesarkan di Solok, sebelum akhirnya pindah ke Bandung untuk melanjutkan
pendidikan ke jenjang SMA dan kemudian mempelajari ilmu Islam secara luas di
perguruan tinggi. Ia terjun ke dunia politik pada pertengahan 1930-an dengan
bergabung di partai politik berideologi Islam. Pada 5 September 1950, ia
diangkat sebagai perdana menteri Indonesia kelima. Natsir banyak menulis
tentang pemikiran Islam. Ia aktif menulis di majalah-majalah Islam setelah
karya tulis pertamanya diterbitkan pada tahun 1929; hingga akhir hayatnya ia
telah menulis sekitar 45 buku dan ratusan karya tulis lain. Ia memandang Islam
sebagai bagian tak terpisahkan dari budaya Indonesia. Pada tanggal 10 November 2008, Natsir
dinyatakan sebagai pahlawan nasional Indonesia. Mohammad Natsir
Perdana Menteri Indonesia ke-5 Masa
jabatan 5 September 1950– 26 April 1951 Presiden Soekarno Didahului oleh
Abdoel Halim Digantikan oleh Sukiman Wirjosandjojo Menteri Komunikasi dan
Informatika Republik Indonesia ke-2 Masa
jabatan 12 Maret 1946 – 26 Juni1947 Presiden Soekarno Didahului
oleh Amir Sjarifuddin Digantikan oleh Setiadi Masa jabatan 29 Januari 1948 – 4 Agustus 1949 Presiden
Soekarno Didahului oleh Sjahbudin Latif Digantikan oleh Syafruddin
Prawiranegara Informasi pribadi Lahir 17 Juli1908 Alahan Panjang, Lembah
Gumanti, Solok, Sumatera Barat, Hindia Belanda Meninggal 6 Februari 1993 (umur 84) Jakarta,
Indonesia Kebangsaan Indonesia Partai politik Masyumi Profesi Politik.
2.
Abdurrahman Wahid

Abdurrahman Wahid lahir
dengan nama Abdurrahman ad-Dhakhil, dari maknanya,
“ad-Dhakhil” berarti “Sang Penakluk”, sebuah nama yang diambil K.H. A. Wahid
Hasyim, orang tuanya, dari seorang perintis Dinasti Umayyah yang telah membawa
kejayaan Islam di Spanyol selama berabad-abad. Setelah menamatkan sekolah di SMEP
Yogya pada tahun 1957, Gus Dur pindah ke Magelang di Pesantren Tegalrejo di
bawah asuhan kiai karismatik, kiai Khudori, dari sinilah Gus Dur mempelajari
secara penuh dunia pesantren berserta keilmuannya.
Pada saat yang sama,
selama dua tahun Gus Dur juga belajar paro waktu di Pesantren Denanyar Jombang
di bawah bimbingan kakeknya dari pihak ibu, Kiai Bisri Syansuri.setelah itu Gus Dur melanjutkan ke pondok Pesantren Tambak
Beras, di bawah asuhan Kiai Wahab Hasbullah, dari pesantren ini hubungan Gus
Dur dan Kiai Wahab Hasbullah sangat kental, sehingga Ia mendapat dorongan untuk
berproses dalam tahap belajar mengajar, bahkan Gus Dur pernah menjadi kepala
madrasah Modern.
3.
YAP THIAM HIEN

Lahir di Banda Aceh, 25 Mei 1913
dengan berperawakan yang kecil ramping ini pada masa Orde Lama, misalnya, ia
sangat keras menghimbau dalam pembebasan Moh. Natsir, Moh. Roem, Mochtar Lubis,
St. Sjahrir, Subadio Sastrosatomo, dan H. Princen, yang masuk tahanan politik.
Tetapi setelah Orde Lama tumbang, ia malah membela para tokoh rezim yang
tenggelam itu. Kini bagi Dr. Yap Thiam Hien, S.H., bidang pengacara bukan
sekadar profesi. ''Sudah menjadi hobi,'' katanya. Sebagai pembela ternama,
bayarannya memang mahal, tetapi tidak jarang juga ia memberikan pelayanan
gratis. Sedangkan jiwa gurunya sudah mendalam, ia turut mengajar di kursus
Peradin. Sebagai advokat, ia tidak pernah memilih-milih klien
untuk dibela. Sejak aktif sebagai advokat tahun 1948, ia selalu melayani
kepentingan masyarakat dari semua lapisan tanpa kenal lelah. Hampir setiap
perkara yang ditanganinya sarat dengan isu-isu yang bersangkutan dengan hak
asasi manusia, prinsip-prinsip negara hukum dan keadilan. Ia tak pernah takut
berhadapan dengan kekuasaan walaupun risikonya bisa menyulitkan dirinya,
ditahan dan dipenjara.
4. Burhanuddin Harahap
![]() |
Burhanuddin Harahap (ejaan lama:
Boerhanoeddin Harahap) (lahir di Medan, Sumatera Utara 1917 - Jakarta, 14 Juni
1987) adalah Perdana Menteri Indonesia ke-9 yang bersama Kabinet Burhanuddin
Harahap memerintah antara 12 Agustus 1955 sampai 24 Maret 1956 Burhanuddin
menyelesaikan studinya di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Dia bergabung dengan Partai Masyumi pada tahun 1946 dan kemudian diangkat
menjadi Ketua Fraksi Masyumi di DPRS RI. Ia meninggal di RS Jantung Harapan
Kita dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta.
Perdana Menteri Indonesia
ke-9
Masa jabatan 11 Agustus 1955 – 20 Maret 1956
Presiden Soekarno
Pendahulu Ali Sastroamidjojo
Pengganti Ali Sastroamidjojo
Menteri Pertahanan Republik Indonesia ke-9
Masa jabatan 12 Agustus 1955 – 24 Maret 1956
Presiden Soekarno
Pendahulu Sri Sultan Hamengkubuwono IX
Lahir 27 Desember 1917 Medan, Sumatra Utara, Hindia Belanda
Masa jabatan 11 Agustus 1955 – 20 Maret 1956
Presiden Soekarno
Pendahulu Ali Sastroamidjojo
Pengganti Ali Sastroamidjojo
Menteri Pertahanan Republik Indonesia ke-9
Masa jabatan 12 Agustus 1955 – 24 Maret 1956
Presiden Soekarno
Pendahulu Sri Sultan Hamengkubuwono IX
Lahir 27 Desember 1917 Medan, Sumatra Utara, Hindia Belanda
Meninggal 14 Juni 1987 (umur 69)
Jakarta, Indonesia
5. Hasyim Djalal
![]() |
Hasyim Djalal (lahir di Ampek Angkek, Bukittinggi Sumatera
Barat, 25 Februari 1934; umur 78 tahun) merupakan diplomat Indonesia dan ahli
hukum laut internasional. Anak keduanya, Dino Patti Djalal, meneruskan jejak
hidupnya sebagai diplomat ulung. Sejak tahun 2010 Dino Patti Djalall menjabat
sebagai Duta Besar Berkuasa Penuh untuk Amerika Serikat. Karier Hasyim cukup
cemerlang. Dia pernah menjabat sebagai duta besar Indonesia untuk PBB
(1981-1983), duta besar di Kanada (1983-1985), duta besar di Jerman
(1990-1993), serta duta besar keliling pada masa pemerintahan Presiden Soeharto
dan BJ Habibie. Hasyim juga dipercaya untuk duduk sebagai anggota dewan maritim
Indonesia, penasehat senior menteri kelautan dan perikanan, dan penasehat
kepala staf TNI Angkatan Laut serta di kantor Menteri Percepatan Pembangunan Indonesia
Timur.Penulis buku Indonesian Struggle for the Law of the Sea (1979) dan
Indonesia and the Law of the Sea (1995) serta Preventive Diplomacy in
Southeast Asia: Lesson Learned (2003). Setelah pensiun tahun 1994, dia
masih aktif menulis buku dan artikel di berbagai media serta berbicara di
berbagai forum tentang masalah hukum laut internasional. Juga masih sibuk
melayani kontak dari kolega-kolega internasionalnya.
TOKOH PADA ORDE BARU
1.
Soeharto
![]() |
Soeharto presiden kedua
Indonesia lahir pada 8 Juni 1921, di sebuah dusun yamg ada di Sedayu ,
Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Karier
Soeharto menjelit sejak sukses membongkar aksi PKI menggulingkan Soekarno serta
menculik jenderal-jenderal TNI Ad Jakarta dan Yogyakarta. Setelah Orde lama
berakhir pada 12 Maret 1967 , Soeharto dilantik menjadi pejabat presiden guna
menggantikan Soekarno yang lengser karena sakit. Setahun kemudian atas perintah
MPR , Soeharto dilantik menjadi presiden kedua Indonesia. Setelah resmi menjadi presiden Indonesia, pak
HArto merencanakan pembangunan lima tahun atau Pelita I. Wakil Presiden pada
waktu itu adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Pembangunan di masa pak Harto
lebih ditekankan pada swasembada pangan dan pembangunan infrastruktur dalam
pertanian. Pak Soeharto sukses
memakmurkan rakyatnya dengan program swasembada pangan dan Keluarga Berencana
atau KB. Poplasi penduduk berhasil ditekan dan pendidikan dsar dijadikan
pendidikan wajib. Namun di sisi lain ,
kebebasan pers dikekan pada masa pemerintahannya. Kebebasan pers dikekang
selama 35 tahun sehingga terjadi KKN dalam birokrasi pemerintahan Indonesia.
Maka Soeharto diturunkan dari jabatannya oleh kekuatan masyarakat pada tahun
1998.
2. Adam Malik
![]() |
Adam
Malik merupakan seorang warga Negara yang berhasil menghilangkan nilai tawar
Indonesia di mata Negara-negara lain. Adam Malik lahir pada 22 Juli 1917 di
Pematang Siantar, Sumatera Utara. Awal
karier Adam Malik di mulai pada saat dia menjadi jurnalis dan sering mengikuti
kegiatan – kegiatan menuju kemerdekaan bersama para pemuda. Perjuangan Adam
MAlik ditulis dalam sebuah bentuk tulisan. Adam Malik turut merintis Antara, kantor berita nasional. Adam Malik aktif dalam
kegiatan menuju kemerdeklaan, salah satunya dia bersama para pemuda melakukan
penculikan kepasa Soekarono-Hatta ke Rengasdengklok. Adam Malik juga terjun ke
dalam dunia politik dan menjabat sebagai ketua Partai Gerindo Pematar Siantar.
Karier politiknya membawa dia menjadi tokoh politik Indonesia. Di cabinet
Soeharto, Adam MAlik menjadi menteri luar negri. Dan kemudian I diangkat
menjadi wakil presiden ketiga setelah Sri Sultan Hamengkubuwono.
3.
Sri
Sultan Hamengkubuwono IX
![]() |
Sri
Sultan merupakan orang yang berjasa bagi kemerdekaan Indonesia. Ia adalah
orang pertama yang mendukung kemerdekaan
Indonesia. Sri Sultan memberikan dana pribadinya untuk membayar para tentara
Indonesia dan memberikan sebuah ruangan kosong di keratin utnutk menjadi tempat
persembunyian tentara Indonesia dari Belanda. Ketika pemerintahan Soeharto, Sri
Sultan di angkat menjadi wakil presiden kedua setelah Hatta. Sebelumnya , Sri
Sultan adalah Menteri Utama Bidang Ekonomi dan Keuangan. Setelah turun dari
jabatannya Sri Sultan menjadi Gubernur di daerah Istimewa Yogyakarta sampai
akhir khayatnya, Sri Sultan meninggal di Amerika Serikat pada 1998 pada saat
pengobatan dan dikuburkan di Imogiri.
4. Ali Murtopo
![]() |
Ali
Murtopo ladir pada 23 September 1924 di Blora, Jawa Tengah. Semasa hidupnya, Ali Murtopo menjadi tangan
kananya Soeharto dalam mengurusi politik, telik sandi maupun stabilitas dalam
negri. Ali Murtopo memulai kariernya sejak bergabung BKR. Setelah TNI terbentuk
, Ali Murtopo bertugas di Kodam Diponegoro , Jawa Tengah. Tugas operasi lapangannya
antara lain adalah operasi pembasmian oemberontakan Darul Islam, pimpinan
Kartusuwiryo, operasi intelijen pemberontakan PKI. Dalam Kabinet Soeharto, Ali
Murtopo menduduki sebagai Mentri Penerangan Indonesia. Tapi sebelumnya, dia
pernah menjabat sebagai Deputi Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara. Ali Murtopo merupakan orang
yang berjasa membangun unstitusi intilijen modern di Indonesia. Dia adalah tokoh politik INdonesai baik di
depan atu nelakang panggung.






backgroundnya mengganggu banget kecilkan dikit orang fokusnya ke tulisan jadi kecilkan background atau hapus
BalasHapus